Gambaran
kejadian hari rabu tanggal 27 Maret 2013.
Pasien atas nama Bapak Sugeng, kondisi lemah, gmetaran dan pucat, pihak keluarga membawa ke RS 128, hasil pemeriksaan ternyata gula darah pasien 400 lebih dan harus dirawat, karena di RS 128 kelas 3 penuh, akhirnya dokter mencari rS lain, dan ternyata kelas 3 kosong ada di RS Thamrin (versi Perawat Maman / RS Thamrin) setelah pasien tiba di UGD RS Thamrin, pihak RS Dr Zulfan memaki pihak keluarga pasien, dan admin di RS thamrin memberitahukan bahwa untuk di UGD ada limitnya, yaitu 350rb kalau lebih dari biaya itu pihak pasien harus membayar, yang saya tau di UGD itu 2x24 jam itu gratis.
saya mendampingi pasien di RS Thamrin selalu bermasalah.
Kenapa RS thamrin masih bekerja sama dengan Pemda?
mohon MoU untuk RS Thamrin dipertimbangkan lagi, YANSOS RS Thamrin yang bernama Ibu Ros pun setiap kali di telp selalu susah dan di sms tidak pernah dijawab, sekalinya bertemu selalu terburu2 dengan alasan dipanggil rapat oleh DINKES.
Satu hal bagi saya, RS yang bekerja dengan pemda lebih baik sedikit asal bisa menerima pasien daripada MoU dengan banyak pihak RS tapi tidak bisa menerima pasien atau pasien selalu dipersullit.
| Kepercayaan: |
 |
 |
0 |
|
Tinggalkan Pesan